PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI SARANA PUSAT SUMBER INFORMASI MASA DEPAN


Pendahuluan

Para Pakar Ilmu Pengetahuan dan teknologi serta masyarakat belajar, pada umumnya mempunyai aktivitas gerak yang sulit dibatasi oleh ruang dan waktu, idealisme yang luas, tanpa batas dimensi, bahkan berusaha menguasai jagat raya. Keseluruhan aktivitas belajarnya tersebut membutuhkan informasi yang tepat, cepat, akurat, dan valid. Siapakah yang mampu memberi informasi terhadap mereka?. Informasi yang mampu mendukung dan memperkuat setiap kreasi logika untuk suatu temuan-temuan?. Jane Linder (1989) mengatakan bahwa sebenarnya ada institusi dan orang-orang yang mampu memberikan informasi yang dibutuhkan oleh para pakar ilmu pengetahuan dan teknologi serta masyarakat belajar untuk memenuhi kebutuhan informasi mereka, yaitu perpustakaan, pusat dokumentasi dan informasi serta para pustakawannya. Dari pernyataan Linder tersebut patut dipertanyakan apakah perpustakaan, pusat dokumentasi dan informasi serta para pustakawannya di Indonesia sudah memiliki kondisi seperti yang dinyatakan oleh Linder? Tentu kita sepakat bahwa jawabanya adalah ada yang sudah dan masih banyak yang belum.
Perkembangan bidang teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat dengan adanya perangkat dan sistem komputer, intranet dan internet, memungkinkan aliran data dan informasi dapat diperoleh secara lebih cepat dan mampu menampilkan lebih banyak keragaman koleksi serta dengan tampilan yang menarik. Perpustakaan sebagai pusat sumber informasi sebaiknya segera memanfaatkan kesempatan yang baik ini, apabila tidak ingin ditinggalkan oleh penggunanya.
Disamping itu, pandangan organisasi di Abad 21 berbagai jenis organisasi termasuk organisasi pemerintahan, organisasi sosial, organisasi pendidikan, dan lain-lain, telah menghadapi perubahan dengan variasi, intensitas dan cakupan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Organisasi termasuk perpustakaan harus selalu peka terhadap aspirasi, keinginan, tuntutan dan kebutuhan berbagai kelompok dengan siapa organisasi berinteraksi. Berbagai kelompok tersebut dikenal dengan istilah “ Pihak-pihak yang berkepentingan (Stakeholders)” seperti : para pemberi mandat atau penyandang dana, para pustakawan dan staf perpustakaan, pengguna jasa perpustakaan, dan vendor atau rekanan, dan lain-lain, untuk dikelola oleh para kepala perpustakaan menjadi “ Shareholder”. Dengan demikian para pengelola perpustakaan dituntut untuk melakukan “perubahan cara pandang” terhadap sistem organisasi atau bilamana perlu melakukan “pengembangan Organisasi dan manajemen perpustakaan” untuk meningkatkan efektifitas, efisiensi, dan kemampuan beradaptasi dengan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berubah. Dengan demikian, pengembangan perpustakaan dimasa depan tidak hanya dengan menerapkan teknologi informasi. Namun, perlu diikuti oleh penerapan manajemen dan organisasi yang lebih baik.
Perpustakaan dari Masa ke Masa
-
Perpustakaan
Tradisional
Text Box: Perpustakaan TradisionalGedung/ruangan dengan kumpulan koleksi buku
- Tidak dilakukan kataloging
- Belum ada tenaga fungsional pustakawan
Perpustakaan
Semi Modern
Text Box: Perpustakaan  Semi Modern
- Kataloging (indexing) dilakukan secara manual
- Telah memiliki pustakawan
-

Perpustakaan

Modern
Text Box: Perpustakaan Modern - Kataloging dan layanan sirkulasi dengan
bantuan komputer (automasi)
Perpustakaan
Digital
Text Box: Perpustakaan Digital - Koleksi tidak hanya dalam bentuk
kertas, namun juga dalam
bentuk file digital
Perpustakaan
Virtual/ Maya
Text Box: Perpustakaan Virtual/ Maya - Seluruh koleksinya dalam bentuk digital (e-dokumen)
- Dapat diakses melalui internet
Perkembangan perpustakaan dari masa ke masa mengalami perkembangan yang signifikan, pada dasarnya antar perpustakaan di seluruh dunia dapat berkomunikasi melalui jalur elektronik mengikuti perkembangan tehnologi informasi.
Apabila para pustakawan dapat memanfaatkannya, sebenarnya kerjasama antar perpustakaan perguruan tinggi atau lembaga ilmiah lainnya dapat saling memberikan informasi seluruh perkembangan ilmu pengetahuan dan atau kekayaan informasi lainnya, sehingga apabila informasi ilmu pengetahuan itu diperlukan tinggal memeriksa lewat website (internet) dan mencetaknya. Masalahnya kesepakatan-kesepakatan tentang saling menggunakan informasi yang dimilikinya sangat tergantung pada keterbukaan informasi tersebut untuk diambil dan dipergunakan oleh setiap orang dan semua fihak. Apabila asset informasi ilmu pengetahuan itu bersifat general dan terbuka maka networking lewat media elektronik dengan teknik penyimpanannya memerlukan keterbukaan untuk diketahui oleh semua fihak yang memerlukan.
Jika antar perpustakaan misalnya antar perguruan tinggi seluruh dunia, utamanya di Indonesia saja sudah bisa memberikan ciri keterbukaan dan saling komunikasi dan terprogram dengan menggunakan sarana prasarana digital, maka bukan barang tidak mungkin isolasi yang mungkin dialami oleh perguruan tinggi tertentu akan tembus terbuka semua menjadi informasi dunia (global information) dan knowledge networking segera terbangun (to construct).
Jejaring Ilmu Pengetahuan (Knowledge Net Working)
Era global adalah era keterbukaan, ide gagasan dan sifat keinginan tahu manusia menjadi pendorong untuk didiskusikan dan ditunjukkan serta diperdebatkan secara terbuka tanpa mengenal batas wilayah dan kenegaraan. Siapa saja yang secara konseptual dan metodis telah mampu membuktikan temuannya menurut persyaratan internasional tanpa ragu-ragu mengusulkan kepada badan internasional tentang hak kekayaan intelektualnya serta mengakui sebagai hak patentnya artinya barang siapa yang menggunakan kekayaan intelektualnya itu diharuskan membayar atau dikenakan charge atas penggunaan kekayaan intelektualnya tersebut. Kekayaan intelektual tersebut dapat saja dikomunikasikan lewat media elektronik, boleh saja meng-adopt teknologi tersebut namun kemudian dilegalkan dan dikenakan pembayaran tertentu.
Perpustakaan sadar atau tidak sadar menggunakan media elektronik untuk saling komunikasi dan saling informasi dengan menggunakan teknologi informasi yang seharusnya program-program yang dipergunakannya dikenakan pembayaran terhadap pemakainan media elektronik tersebut. Kemasan-kemasan yang dibangun dan diinformasikan kepada rekan perpustakaan seluruh dunia lewat media elektronik tersebut (website) memerlukan biaya yang tidak kecil, namun termasuk biaya yang relatif rendah jika disadari konsumen sadar bahwa dia berada di hutan jejaring ilmu pengetahuan yang tidak mengenal batas.
Jejaring ilmu pengetahuan melalui jalur perpustakaan ini memerlukan ahli pustakawan yang mampu menyusun atau membangun jejaring dengan metoda yang setiap pengguna atau konsumen dapat keluar masuk hutan ilmu pengetahuan yang para pustakawannnya telah menata katalog menurut bidang ilmu pengetahuan, sehingga para pengguna dapat memilah-milah ke hutan mana agar mereka dapat informasi yang diinginkan secara efisien.
Temuan ilmu pengetahuan umumnya sering dikemukakan secara terbuka, selain untuk mengumumkan pada sesama rekan tentang temuannya manfaat bagi manusia beserta kelemahannya juga dapat dipergunakan untuk mencari pembanding uji kebenaran temuan tersebut apakah merupakan temuan satu-satunya atau ada informasi lainnya yang senada. Respon sesama ilmuwan akan memberikan uji kebenaran dan diskusi yang menghasilkan temuan atau ide gagasan baru yang kemudian dipakai untuk pengembangan selanjutnya. Proses pembelajaran dan proses saling informasi dan diskusi antar ilmuwan ini memerlukan teknologi informasi yang dewasa ini lewat digital dapat dilaksanakan dengan cepat dan akurat, masalahnya penguasaan teknologi ini memerlukan keahlian dan sosialisasi dan program sesama institusi dengan menggunakan istilah dan program-program yang saling dapat di adop oleh institusi dan sdm yang menggunakannya.
Semua perpustakaan di perguruang tinggi, LIPI, lembaga penelitian/ research , demikian pula perpustakaan umum dan perpustakaan khusus yang ada di pemerintahan baik pusat, propinsi, kabupaten, kota sampai ke pedesaan seharusnya telah mulai membuat jejaring yang bersifat umum, artinya setiap pengguna (konsumen informasi) dapat memanfaatkan institusi tersebut sebagai pusat pembelajaran dirinya. Jika seluruh warga baik ilmuwan, masyarakat belajar (termasuk mahasiswa, siswa dan dosen/guru), peneliti, karyawan, stakeholders lainnya telah mendapatkan informasi serta pedoman penggunaan jejaring ilmu pengetahuan tersebut, maka setiap orang yang mendapatkan kesulitan dan kebingungan serta memerlukan informasi segera mencari informasi ke perpustakaan yang telah berfungsi sebagai pusat sumber informasi.

Pustakawan dan Kualitas dan Harapan

Di perguruan tinggi perpustakaan dikenal sebagai jantungnya perguruan tinggi, sebab perpustakan merupakan unit pelaksana teknis yang melakukan supporting terhadap proses pembelajaran. Perguruan tinggi yang merupakan lembaga pendidikan dengan paradigma peningkatan kualitas pembelajaran memerelukan perpustakaan bukan saja untuk pusat pembelajaran mahasiswa dan dosen. Para dosen sebelum mengkomunikasikan proses belajar mengajarnya kepada para mahasiswa, sudah seharusnya mengenal terlebih dahulu apa isi perpustakaan yang berkaitan dengan bidang ilmu yang diajarkannya. Artinya apa yang diberikan kepada mahasiswa juga mencakup perluasan ilmu dan wawasan mahasiswa tentang ilmu pengetahuan itu sendiri, sehingga kualitas penguasaan ilmu pengetahuan dan wawasan ilmu yang diterimanya benar-benar bermanfaat bukan saja bagi kualitas kelulusan tapi juga setelah diterima di lapangan kerja dapat diterapkan dan berguna bagi lapangan kerja tersebut.
Perguruan tinggi bukan saja terbatas pada proses pembelajaran mahasiswa dan dosen saja, namun juga berfungsi sebagai pengembang ilmu dan penerap ilmu yang bermanfaat bagi manusia dan kemanusiaan serta teknologi. Oleh karena itu perpustakaan selain melayani dosen, mahasiswa juga melayani peneliti dan anggota masyarakat lainnya yang memerlukan informasi ilmiah dan atau literatur-literatur yang memuat bidang ilmu, teori, konsep, terapan dan berbagai acuan teknologi yang tersedia. Pada dasarnya perpustakaan bermuatkan banyak informasi ilmu pengetahuan dan teknologi serta informasi umum lainnya yang diperlukan oleh seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu perpustakaan yang baik seharusnya terbuka untuk melayani kebutuhan seluruh lapisan masyarakat terhadap informasi yang diperlukannya, jika di perpustakaannya tidak tersedia, perpustakaan seharusnya mampu memberi informasi kemana masyarakat yang memerlukan informasi tersebut pergi mencari.
Salah satu komponen penting dari perpustakaan adalah pustakawan, komponen ini sangat diperlukan untuk memberikan pelayanan (jasa) kepada pengguna perpustakaan sampai mampu memberikan tingkat kepuasan terhadap masyarakat yang dilayani. Pelayanannya sudah barang tentu bertingkat sesuai dengan kebutuhan/keperluan yang dilayani, peralatan yang dipergunakanpun bertingkat mulai dari manual sampai dengan digital, paling tidak para pustakawan mampu mentransfernya.
Pustakawan seharusnya merupakan tenaga fungsional yang statusnya tidak berbeda dengan tenaga profesional lainnya, misalnya dosen, hakim, jaksa, dokter dan tenaga profesiolnal lainnya. Oleh karena itu masa depan seorang pustakawan harus mampu menempa dirinya menjadi seorang profesional yang mampu memberikan jasa dan memberi pelayanan yang memuaskan kepada pelanggannya, baik mengggunakan maupun mentransfer dengan peralatan manual ataupun digital, teknologi tradisional ataupun teknologi elektronika yang canggih. Kepuasan pelanggan terhadap pelayanan teknologi, informasi baik jejaring ilmu pengetahuan maupun informasi umum yang dibutuhkan pelanggan harus mampu dipilah-pilah sesuai dengan kebutuhannya.
Harapan ke depan adalah perpustakaan diharapkan memiliki citra yang dipergunakan sebagai wahana penyimpan informasi ilmu pengetahuan, informasi umum dan informasi teoritis maupun berbagai hasil penelitian, baik penelitian murni maupun penelitian terapan kepada pelanggan. Selain daripada itu setiap simpanan sewaktu-waktu dapat diinformasikan maupun diakses oleh setiap pengguna sehingga memberikan acuan sebagai bukti bahwa ilmu pengetahuan tersebut telah pernah diteliti dan dapat dipakai untuk acuan penelitian lebih lanjut.
Etika ilmu pengetahuan diperlukan untuk segera disosialisasikan agar tidak terjadi plagiat atau semacamnya, sehingga masyarakat pembelajaran tidak ada niatan untuk mencuri ilmu pengetahuan hasil pikiran, ide dan atau gagasan orang lain, melainkan saling menghargai dan menghormati. Nilai-nilai moral dan sikap etis ini diperlukan dimiliki oleh semua anggota masyarakat utamanya masyarakat pembelajaran atau masyarakat ilmiah.
Pustakawan perlu mengemukakan etika ini di perpustakaan yang dikelola atau diasuhnya, agar supaya keterbukaan ini dapat dijaga dan dijamin tidak terjadi proses dan keinginan dari pengguna untuk melakukan plagiat, namun mendorong terjadinya proses pembelajaran yang dapat dikembangkan dan mampu mengemukakan ide baru yang berbasiskan ide-ide yang sudah ada sebelumnya ataupun diinspirasikan oleh konsep atau teori yang ada dalam buku yang tersimpan dalam perpustakaan.
Ketidak raguan para ilmuwan untuk menyimpan dan mengkomunikasikan ilmu pengetahuan dan temuan-temuannya merupakan pembuka cakrawala pengembangan dan memperkaya ilmu pengetahuan menurut bidang ilmu maupun pengetahuan umum lainnya. Era keterbukaan ini memang memerlukan wahana untuk menyimpan dan mengkomunikasikan segala macam ilmu pengetahuan dalam negeri, luar negeri, hasil pemikiran, ide, gagasan maupun hasil penelitian baik murni maupun terapan.
Wahana harapan yang diperlukan untuk mewadahi keinginan tersebut secara ideal bernama Perpustakaan beserta seluruh komponennya, baik dengan sistem tradisional sampai dengan digital.
Penutup
Perpustakaan adalah merupakan jantung perguruan tinggi, seharusnya juga merupakan wahana dan bangunan yang ada di seluruh lapisan masyarakat, seluruh wilayah tanah air dan seluruh pelosok bumi pertiwi ini. Wahana dan bangunan ini berfungsi untuk menyimpan informasi dan ide gagasan serta ilmu pengetahuan yang sifatnya tidak terbatas, memiliki kemampuan pula untuk mengkomunikasikan kekayaan tersebut kepada seluruh lapisan masyarakat bangsa.
Apabila negara berkeinginan keras untuk mencerdaskan bangsanya, maka salah satu wahana yang dibangun dan diperlengkap serta dikembangkan adalah perpustakaan yang berfungsi dengan benar dan baik.
Akhirnya ada harapan ke depan agar perpustakaan bukan hanya sebagai jantung perguruan tinggi, melainkan juga menjadi jantung negara yang berkeinginan untuk mencapai cita citanya antara lain mencerdaskan bangsa.
DAFTAR BACAAN
Cronin, J. J. and Taylor, S. A. 1992. Measuring Service Quality: Reexamination and extention. Journal of marketing, July (Vol.56): 55-68.
Hernon, P and Altman,E. 1995. Service Quality in Academic Libraries. Ablex Publishing Corp., New Jersey.
Jurow. S dan Barnard. S. 1993. Integrating Total Quality Manajement in a Library Setting. The Haworth Press. Inc, USA.
Linder, C. J. 1992. Today a Librarian, Tomorrow a Corporate Intelligence Profesional. Special Libraries Journal, Summer, New Jersey.
McCarty,C .A.1995. Students’ Perceived Effektiveness Using the University Library. Rodman Hall Press,Kingston.
Natadjumena, R.,Junaedi, D.,Soekarman, K. 2000. Pedoman Umum Pengelolaan Perpustakaan Perguruan Tinggi, Perpusnas R.I., Jakarta.
Peoman, Stephan. 1993. Strategic investment guidelines for higher education libraries : Indonesian country report. British Council, International Library and Information Action for Development (ILIAD), London.
Sudarsono, B. 1996. Perencanaan Strategis Perpustakaan Perguruan Tinggi. Penerbit Unika Soegija Pranata, Semarang.
Sulistyo-Basuki. 1998. “Total Quality Management” untuk Perpustakaan, dalam buku Kepustakawanan Indonesia dan sumbangannya kepada masyarakat: Bunga Rampai sekitar Kepustakawanan Indonesia. Penerbit Unika Soegija Pranata, Semarang.
Buat kawan-kawan yang ingin join di Forum silahkan klik disini 
mohon dukungannya yaa.......,,,,, 


Berhubung masih baru jadi usernya masih sedikit.

Dampak buruk “Berfikir Negative” bagi kesehatan anda..

Dr. Masaru Emoto San dalam bukunya tersebut membahas dengan jelas bahwa berpikir negative yang terus-menerus akan meresonansi organ-organ tubuh tertentu sehingga organ-organ tubuh tersebut tidak bisa berfungsi dengan maksimal, akibat selanjutnya akan dapat menimbulkan berbagai penyakit degeneratif, dari yang ringan hingga yang fatal.

Misalnya, bila sering cemas, maka lambung akan terresonansi, akibatnya akan terjadi gangguan pencernaan berat, yang dalam jangka panjang lambungnya akan tidak sehat.
Secara ringkas, hasil penelitian Dr. Masaru tentang berpikir negative dan penyakit yang bisa ditimbulkan, sebagai berikut:
* Bahwa jika kita sering membiarkan diri kita stress, maka kita akan mengalami gangguan pencernaan.
* Bila kita sering khawatir, kita bisa terkena sakit punggung.
* Bila kita mudah tersinggung, maka kita akan terkena insomnia (susah tidur).
* Bila sering kebingungan, akan terkena sakit tulang belakang bagian bawah.
* Bila sering membiarkan rasa takut yg berlebihan, akan mudah terkena penyakit ginjal.
* Bila suka cemas akan diikuti sakit dyspepsia (sulit mencerna).
* Bila suka marah bisa sakit hepatitis.
* Bila sering apatis/acuh terhadap lingkungan, bisa mengakibatkan vitalitas melemah.
* Bila Anda sering tidak sabar, bisa mengakibatkan diabetes (sakit gula).
* Bila sering merasa kesepian, bisa mengakibatkan sakit demensia senelis (memori dan kontrol fungsi tubuh berkurang & bisa menyebabkan kematian !!)
* Bila sering bersedih, bisa menderita leukemia (yg hingga kini belum ada obatnya)
* Bila selalu dengki/iri hati terhadap seseorang, mudah mengakibatkan kulit bernanah atau cantengan.
Lalu timbul Pertanyaan, bagaimana kita bisa menghentikan pikiran-pikiran negative tersebut??? Caranya bermacam-macam, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita bisa selalu mengendalikan pikiran kita agar jangan sampai sedikitpun dicemari oleh pikiran cabul negative. Nah agar pikiran Anda tidak selalu dicemari oleh pikiran seperti itu, Anda bisa coba resep saya, cara ini bukan satu-satunya sih, masih banyak cara yang lain, tapi setidaknya bisa Anda coba, selalu tanamkan dibenak Anda dan yakinkan bahwa apapun yang telah terjadi didalam hidup kita ini, benar-benar sudah tepat sesuai dengan garis rencana semesta Tuhan Yang Maha Kuasa, untuk menyadarkan diri dari yang tidak kelihatan menjadi kasat mata.
Untuk ini kita perlu selalu berpikir netral dalam setiap kejadian. Bisa juga kita selalu berpikir seolah-olah semua kejadian baik-baik saja. Makanya, kalau terasa ada beban, ya pasrahkan saja kepadaNYA yang berkuasa mengatur hidup kita. Sebaliknya, kalau ada rezeki besar, kita juga harus mau sepakat dengan rencanaNYA yang selalu ingin mensejahterakan semua orang(Artinya Kita Wajib Berbagi tanpa hitung-hitungan).
Jika kita bisa berpikir netral dan berpikir semua kejadian adalah baik-baik saja, maka kita akan bisa selalu bersyukur dalam segala kejadian, dan setiap saat. Kalau sudah begini, tentu saja pikiran kita akan bisa terbebas dari pencemaran pikiran-pikiran negative.
Cobalah selalu mem filter semua perasaan atau emosi Negative kita agar tidak menimbulkan pencemaran negative pada pikiran sendiri, dengan cara selalu bersyukur setiap saat. Kalau sudah bisa melakukan seperti ini terus-menerus kelak berbagai masalah dan penyakit bisa di counter dengan sendirinya. Segala masalah bisa tuntas dan Insya Allah badan Anda pun akan terasa sehat wal afiat tidak kurang suatu apapun.
Anda Belum yakin?? Silahkan Anda Buktikan sendiri, cobalah amati orang-orang dilingkungan Anda yang mengidap beberapa penyakit diatas. Apakah memiliki penyebab yang sama dengan uraian diatas atau tidak, atau mungkin Anda ingin menambahkan???

cara memotivasi diri sendiri  

Motivasi diri sendiri sangatlah diperlukan tatkala kita akan memulai sebuah aktivitas atau suatu kegiatan, motivasi diibaratkan juga suplemen tambahan yang muncul dari dalam diri kita untuk lebih siap dan mampu menjalankan aktivitas tersebut dengan lancer dan menghasilkan hasil secara maksimal. Contohnya adalah kita memotivasi diri kita sendiri untuk berangkat ke kantor dimana diri kita bekerja atau seorang pelajar memotivasi dirinya sendiri agar supaya dirinya lebih bersemangat untuk menuju sekolah. Cara memotivasi diri sendiri, dapat dilakukan dengan beberapa langkah, antara lain :

1. bicarakan rencana anda pada pasangan
ini dimaksudkan agar supaya pasangan anda mengetahui rencana apa saja yang teah anda susun, dengan begitu pasangan anda akan mengingatkan anda atas rencana anda tersebut dan agar supaya pasangan anda akan mensuport apa yang anda rencanakan. Dengan demikian motivasi dalam diri kita akan muncul untuk menyelesaikan rencana tersebut.

2. menciptakan sebuah hasrat yang kuat
artinya adalah lihat apa saja yang akan anda hasilkan apabila kita melakukan aktivitas tersebut, bayangkan hasil yang akan kita peroleh. Ini akan menumbuhkan motivasi yang tinggi dalam diri kita.

3. miliki rasa sakit
dengan membayangkan hal apa saja yang dapat kita peroleh jika kita tidak bersungguh sungguh dalam menjalankan aktivitas. Misalnya: kita kena sangsi apabila terlambat, skors dll.

4. buatlah ketertarikan
dengan menelaah lebih jauh tentang pekerjaan anda, dapat memunculkan rasa ketertarikan dalam diri anda pada aktivitas tersebut. Adanya ketertarikan tersebut secara otomatis memunculkan motivasi dalam diri kita

5. langkah kecil untuk besar
diibaratkan kita mengambil dedaunan yang jatuh di halaman rumah kita satu persatu hingga halaman rumah kita bersih dan kembali indah, hal tersbut diibaratkan juga dalam setiap akivitas kita. Langkah yang kita pandang kecil namun berulang, akan menadi sesuatu hal yang besar. Ini juga dapat menjadikan motivasi kita tumbuh.

6. perlukan daya dan tenaga
aspek energi dalam tubuh kita sangatlah mutlak diperlukan untuk menumbuhkan motivasi kita. Motivasi akan mudah muncul jika tubuh kita fress,bugar,sehat. Untuk itu diperlukan olahraga dan tidur secara teratur.

7. miliki kesimbangan mental
yang tak kalah pentingnya dengan hal diatas adalah terbebasnya diri kita dari sebuah tekanan, baik itu dari external (atasan,lingkungan sekitar dll) jikalau masih ada yang mengganjal pikiran, lakukan aktivitas yang relative mudah dahulu dan jika fikiran kita sudah kembali segar atau menemukan mood kita, selesaikan hal hal atau aktivitas yang sulit dan penting.

Coba lakukan langkah langkah cara memotivasi diri sendiri seperti diatas dan manfaatkan hasilnya untuk diri anda.

Memotivasi diri agar mau belajar


Terkadang kita terlalu mencari cara agar dapat memotivasi diri kita, padahal banyak sekali potensi disekitar kita yang dapat kita jadikan sebagai sesuatu yang dapat memotivasi diri kita. Keluarga, teman, bahkan alampun dapat kita jadikan sebagi motivator kita untuk meningkatkan motivasi diri kita.
Ini saya alami saat saya selalu berusaha menjaga diri saya agar selalu termotivasi untuk dapat meningkatkan ibadah saya, keinginan menulis bahkan sekedar keinginan bersilahturahmi dengan teman. Biasanya saya selalu berkeliling taman yang ada didepan rumah, memperhatikan hijuanya daun, gerak semut dan lembutnya desiran angin. Betapa tidak lelahnya mereka dalam hidupnya untuk kepentingan makhluk lain. Kadang saya juga berusaha menjumpai teman – teman yang saya anggap sukses dalam hidupnya terutama yang bisa menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat.
Motivasi belajar setiap orang, satu dengan yang lainnya, bisa jadi tidak sama. Biasanya, hal itu bergantung dari apa yang diinginkan orang yang bersangkutan. Misalnya, seorang anak mau belajar dan mengejar rangking pertama karena diiming-imingi akan dibelikan sepeda oleh orangtuanya.
Contoh lainnya, seorang mahasiswa mempunyai motivasi belajar yang tinggi agar lulus dengan predikat cum laude. Setelah itu, dia bertujuan untuk mendapatkan pekerjaan yang hebat dengan tujuan membahagiakan orangtuanya.
Apa saja, sih, faktor-faktor yang membedakan motivasi belajar seseorang dengan yang lainnya?
Beberapa faktor di bawah ini sedikit banyak memberikan penjelasan mengapa terjadi perbedaaan motivasi belajar pada diri masing-masing orang, di antaranya:
• Perbedaan fisiologis (physiological needs), seperti rasa lapar, haus, dan hasrat seksual
• Perbedaan rasa aman (safety needs), baik secara mental, fisik, dan intelektual
• Perbedaan kasih sayang atau afeksi (love needs) yang diterimanya
• Perbedaan harga diri (self esteem needs). Contohnya prestise memiliki mobil atau rumah mewah, jabatan, dan lain-lain.
• Perbedaan aktualisasi diri (self actualization), tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.
Stimulus motivasi belajar
Terdapat 2 faktor yang membuat seseorang dapat termotivasi untuk belajar, yaitu:
• Pertama, motivasi belajar berasal dari faktor internal. Motivasi ini terbentuk karena kesadaran diri atas pemahaman betapa pentingnya belajar untuk mengembangkan dirinya dan bekal untuk menjalani kehidupan.
• Kedua, motivasi belajar dari faktor eksternal, yaitu dapat berupa rangsangan dari orang lain, atau lingkungan sekitarnya yang dapat memengaruhi psikologis orang yang bersangkutan.
Tips-tips meningkatkan motivasi belajar
Motivasi belajar tidak akan terbentuk apabila orang tersebut tidak mempunyai keinginan, cita-cita, atau menyadari manfaat belajar bagi dirinya. Oleh karena itu, dibutuhkan pengkondisian tertentu, agar diri kita atau siapa pun juga yang menginginkan semangat untuk belajar dapat termotivasi.
Tips-tips berikut untuk meningkatkan motivasi belajar kita:
1. Bergaullah dengan orang-orang yang senang belajar
Bergaul dengan orang-orang yang senang belajar dan berprestasi, akan membuat kita gemar belajar. Selain itu, coba cari orang atau komunitas yang mempunyai kebiasaan baik dalam belajar.
Bertanyalah tentang pengalaman di berbagai tempat kepada orang-orang yang pernah atau sedang melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, orang-orang yang mendapat beasiwa belajar di luar negeri, atau orang-orang yang mendapat penghargaan atas sebuah presrasi.
Kebiasaan dan semangat mereka akan menular kepada kita. Seperti halnya analogi orang yang berteman dengan tukang pandai besi atau penjual minyak wangi. Jika kita bergaul dengan tukang pandai besi, maka kita pun turut terciprat bau bakaran besi, dan jika bergaul dengan penjual minyak wangi, kita pun akan terciprat harumnya minyak wangi.
2. Belajar apapun
Pengertian belajar di sini dipahami secara luas, baik formal maupun nonformal. Kita bisa belajar tentang berbagai keterampilan seperti merakit komputer, belajar menulis, membuat film, berlajar berwirausaha, dan lain lain-lainnya.
3. Belajar dari internet
Kita bisa memanfaatkan internet untuk bergabung dengan kumpulan orang-orang yang senang belajar. Salah satu milis dapat menjadi ajang kita bertukar pendapat, pikiran, dan memotivasi diri. Sebagai contoh, jika ingin termotivasi untuk belajar bahasa Inggris, kita bisa masuk ke milis Free-English-Course@yahoogroups.com.
4. Bergaulah dengan orang-orang yang optimis dan selalu berpikiran positif
Di dunia ini, ada orang yang selalu terlihat optimis meski masalah merudung. Kita akan tertular semangat, gairah, dan rasa optimis jika sering bersosialisasi dengan orang-orang atau berada dalam komunitas seperti itu, dan sebaliknya.
5. Cari motivator
Kadangkala, seseorang butuh orang lain sebagai pemacu atau mentor dalam menjalani hidup. Misalnya: teman, pacar, ataupun pasangan hidup. Anda pun bisa melakukan hal serupa dengan mencari seseorang/komunitas yang dapat membantu mengarahakan atau memotivasi Anda belajar dan meraih prestasi.